Main Menu

Publications

Academic Activities

Visitor

466695
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
67
144
553
464585
2665
2134
466695

Your IP: 54.162.105.241
Server Time: 2017-10-18 10:54:35

Login Form

Image1\

Kesempatan Kerja

Model kesempatan kerja dapat dijelaskan dari dua sudut pandang, yaitu dari teori klasik dan teori Keynes. Teori klasik mengemukakan pandangan mereka mengenai kesempatan kerja, yaitu bahwa tingkat output dan harga keseimbangan hanya bisa dicapai kalau perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment). Sementara, keseimbangan dengan tingkat kesempatan kerja penuh (equilibrium with full employment) hanya bisa dicapai melalui bekerjanya mekanisme pasar bebas. Jadi, adanya mekanisme pasar yang bekerja secara bebas tanpa campur tangan pemerintah itu merupakan necessary condition bagi tercapainya keseimbangan dengan kesempatan kerja penuh. Keseimbangan dengan kesempatan kerja penuh tersebut menurut kaum klasik merupakan kondisi yang ideal atau normal dari suatu perekonomian. Jika sampai terjadi pengangguran  di dalam perekonomian, maka hal tersebut hanyalah gejala atau fenomena yang bersifat sementara, bahwa dalam jangka panjang akan hilang dengan sendirinya melalui bekerjanya secara bebas mekanisme pasar.

 

Add a comment (6)

Register to read more...

Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia

Apakah Indonesia pernah menentukan atau memilih suatu strategi pembangunan tertentu dan kemudian menerapkannya melalui berbagai kebijakan yang konsisten?  Jawaban terhadap pertanyaan ini mungkin cenderung  ‘tidak’, sama seperti yang dikatakan oleh Griffin mengenai kebanyakan negara-negara sedang berkembang lainnya. Berbagai kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia pada era pemerintahan Orde Baru pada dasarnya tidak didassarkan pada suatu strategi yang jelas yang dipilih secara sengaja.  Kalaupun ada, tidak ditopang dengan kebijakan-kebijakan operasional secara konsisten.

Add a comment (4)

Register to read more...

Pertumbuhan Ekonomi

1.1. PEMBANGUNAN EKONOMI

 Proses pembangunan pada dasarnya bukanlah sekedar fenomena ekonomi semata. Pembangunan tidak sekedar ditunjukkan oleh prestasi pertumbuhan ekonomi yang dicapai  oleh suatu negara, namun lebih dari itu pembangunan memiliki perspektif yang luas. Beberapa ahli ekonomi seperti Schumpeter dan Hicks, telah menarik perbedaan yang lebih lazim antara istilah perkembangan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang sedang pertumbuhan mengacu pada masalah negara maju.

 

Add a comment (24)

Register to read more...

Anggaran

ANGGARAN belanja pemerintah pusat, bersama-sama dengan transfer ke daerah sebagai komponen belanja negara, mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai sasaran pokok pembangunan nasional sebagaimana yang direncanakan di dalam setiap tahapan pembangunan jangka menengah lima tahunan (RPJMN). Pertama, melalui intervensi anggaran belanja negara, dan kerangka regulasi berbagai program pembangunan, sasaran indikatif yang tercantum di dalam RJPMN dijabarkan secara operasional dalam bentuk program dan berbagai kegiatan pembangunan, dengan rencana pembiayaan yang lebih konkret dan realistis sesuai dengan kemampuan pengerahan sumber-sumber keuangan negara. Kedua, sebagai salah satu piranti utama kebijakan fiskal, anggaran belanja negara di dalam APBN mempunyai pengaruh yang cukup kuat di dalam memengaruhi, baik arah dan pola alokasi sumber daya ekonomi antarbidang, antarsektor, dan antarkegiatan dalam masyarakat, maupun distribusi hasil pembangunan. Ketiga, mengingat sektor pemerintah merupakan konsumen/pembeli barang dan jasa terbesar dalam struktur permintaan agregat (aggregate demand), maka dari segi jumlah maupun strategi alokasinya, anggaran belanja negara mempunyai pengaruh yang relatif signifikan terhadap arah perkembangan ekonomi di berbagai bidang, baik produksi dan kesempatan kerja, maupun distribusi pendapatan dan pemerataan pembangunan, serta stabilitas nasional. Sebagai rencana operasional tahun terakhir dari RPJMN 2004 - 2009, Anggaran Belanja Pemerintah Pusat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2009, memiliki posisi yang sangat strategis dalam merealisasikan tahap terakhir, dan menuntaskan pencapaian pelaksanaan 3 (tiga) agenda pembangunan nasional, seperti tertuang dalam RPJMN, yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden terpilih hasil pemilihan umum secara langsung oleh rakyat yang demokratis. Ketiga agenda pembangunan nasional, yang merupakan arah kebijakan pembangunan jangka menengah tersebut, adalah: (i) menciptakan Indonesia yang aman dan damai; (ii) menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis; serta (iii) meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Add a comment (4)

Register to read more...

You are here: